Tentang E-Koperasi

Pada prinsipnya data dan informasi mengenai usaha koperasi haruslah dikelola secara akurat, karena nilai data dan informasi menjadi tolok ukur dalam pengambilan keputusan dan penelaian keberhasilan pengelolaan usahanya. Koperasi merupakan kelompok usaha yang dimiliki oleh anggota dan pengambil keputusan oleh anggota melalui rapat anggota, tentunya harus dikelola secara transfaransi agar tidak terjadi manajemen konflik akibat informasi yang dimiliki sebagian anggota tidak akurat. Kelemahan nilai informasi yang baik bilamana dikelola secara manual dan kurang teliti bisa menghasilkan output yang salah dan lambat prosesnya.

Dengan tersedianya teknologi informasi atau sistem komputer, yang peranannya dapat digunakan untuk komputasi, penyimpanan, penyajian, dan distribusi data dan informasi dan telah diakui semua kalangan kehandalanya pengolahan data/informasi dapat dilakukan secara otomatis, tanpa membutuhkan waktu yang lama serta sistem control dapat berjalan secara efektif dan efisien. Banyak hal-hal yang menjadi keunggulan pemanfaatan teknologi informasi berbasis komputerisasi untuk pengelolaan manajemen usaha, antara lain;

  1. Data dan Informasi berkualitas karena keakuratan data, tepat waktu, dan relevan.
  2. Program aplikasi dapat diperluas untuk menghasilkan beragam laporan sesuai dengan kebutuhan pengguna.
  3. Proses data menjadi informasi yang merupakan laporan dapat diperoleh secara cepat dan dicetak.
  4. Sangat memungkinkan akses data dan informasi dapat digunakan secara online
  5. Basis data merupakan kumpulan data (dokumen) saling terintegrasi yang disimpan secara bersama-sama pada suatu media simpan, tanpa mengganggu satu sama lain.

Dalam mendukung dayasaing yang tinggi untuk menghadapi kompetitif yang global diharapkan para Koperasi harus memiliki integritas yang tinggi dan produk yang berkualitas, tentunya harus diawali dengan pengelolaan manjemen yang baik dan didukung dengan data dan informasi yang akurat. Persaingan yang semakin tinggi karena dihadapkan kepada kerjasama ASEAN Economy Community (AEC) tahun 2015 untuk mewujudkan integrasi ekonomi yang lebih nyata dan meaningful. Diharapkan ASEAN akan menjadi pasar tunggal dan berbasis produksi tunggal dimana terjadi arus barang, jasa, investasi, dan tenaga terampil yang bebas, serta arus modal yang lebih bebas diantara Negara ASEAN. KUMKM Sebagai pelaku usaha harus dipersiapkan dalam persaingan di pasar ASEAN tersebut. Untuk itu, Kementerian Koperasi dan UKM c.q. Asdep Urusan Pengembangan Sistem Bisnis, Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha memandang perlu mengadakan kegiatan Pengembangan Aplikasi Manajemen Usaha Koperasi (E-Koperasi).