Kopdit Obor Mas Jadi Koperasi Kedua Penyalur KUR

KBRN, Jakarta: Pemerintah menetapkan Koperasi Kredit (Kopdit) Obor Mas di Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi salah satu koperasi penyalur kredit usaha rakyat (KUR). Obor Mas merupakan koperasi kedua yang dipercayakan pemerintah menyalurkan KUR kepada pelaku KUMKM, setelah sebelumnya Kospin Jasa dari Pekalongan, Jawa Tengah. 

"Ini berdasarkan keputusan dari tim evaluasi Kementerian Koperasi dan UKM," ujar Deputi bidang Pembiayaan, Kemenkop UKM Braman Setyo di Jakarta, Sabtu (1/4/2017).

Tim Evaluasi Kemenkop UKM resmi mengeluarkan keputusan tersebut pada, Kamis 30 Maret 2017. Obor Mas dinilai telah memenuhi ketentuan koperasi penyalur KUR, diantaranya non-performing loan (NPL) di bawah 5 persen, portofolio kredit di atas 5 persen, online system dengan Sistem Informasi Kredit Program (SIKP), serta melakukan kerja sama dengan Kemenkop UKM.

"Banyak syarat yang sudah dipenuhi hingga akhirnya ditetapkan sebagai penyalur KUR," ungkap Braman.

Deputi bidang Kelembagaan, Kemenkop UKM, Meliadi Sembiring lah yang menyerahkan langsung surat keputusan tersebut, bertepatan dengan diselenggarakannya Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang ke-33 Kopdit Obor Mas di Maumere, Flores, NTT, pada Jumat 31/3/2017). Dengan turut dihadiri Thomas Bangke selaku Kadis KUKM Provinsi NTT, serta Paulus Nong Susar selaku Wakil Bupati Sikka.

Meliadi menegaskan, Obor Mas sebagai koperasi yang dipercaya untuk menyalurkan KUR di 2017 harus memberikan manfaat yang sebanyak-banyaknya bagi anggota. Dengan demikian, penyaluran KUR pada akhirnya akan kesejahteraan anggota koperasi secara khusus, serta menggerakan perekonomian daerah.

Konsistensi dan kegigihan pengurus koperasi dalam menjalankan prinsip-prinsip dasar Koperasi menjadi kunci utama dari perkembangan Obor Mas. Sejak didirikan tahun pada 1972, Kopdit Obor Mas terus berkembang pesat dan mencatat pertumbuhan yang positif dalam menyalurkan kredit bagi kegiatan usaha anggotanya.

"Semua orang tahu rumus, namun belum tentu bisa menjalankan dengan konsisten. Ini kuncinya di Koperasi Obor Mas. Kita harus bangga dari dulu sampai sekarang, pengurus Koperasi Obor Mas tetap konsisten menjalankan fungsi koperasi," kata Meliadi.

Menurutnya, Perkembangan Koperasi Kredit dinilai cukup unik karena kegigihan dalam menerapkan prinsip-prinsip koperasi. Capaian yang diraih oleh Koperasi Obor Mas saat ini harus tetap dipertahankan dan dilanjutkan di periode –periode mendatang.

"Tantangan ke depan tentunya masih ada, namun dengan kegigihan dan konsistensi ini akan bisa dilalui. Jika sudah berjalan dengan baik dan tahan uji maka penghargaan-penghargaan yang diperoleh bukanlah sesuatu yang berlebihan. Itu sudah selayaknya didapatkan," tandasnya.

Ia juga berjanji akan menampung aspirasi anggota koperasi terutama dalam hal meningkatkan pelatihan bagi pengurus dan anggota koperasi. Pelatihan pengurus dan anggota pada akhirnya akan mendorong peningkatan kualitas koperasi. 

Jumlah anggota koperasi Obor Mas mengalami peningkatan menjadi 54.189 orang di 2016  atau tumbuh 59,17 persen dari sebelumnya 34.051 orang di 2015. Aset koperasi mengalami pertumbuhan menjadi Rp 504 miliar atau tumbuh 22,18 persen dibandingkan sebelumnya Rp 412,5 miliar di 2015.

Di sisi lain, omset pelayanan pinjaman tercatat sebesar Rp 256,3 miliar di 2016 atau tumbuh 31,34 persen dari sebelumnya Rp 202 miliar di 2015. Jumlah modal sendiri koperasi tercatat sebesar Rp 129,3 miliar atau mengalami kenaikan 36,4 persen dibandingkan sebelumnya sebesar Rp 94,8 miliar di 2015.

"Secara keseluruhan kami mencatat kinerja positif untuk tahun buku 2016. Kami harapkan juga tahun 2017 kami tetap tumbuh dengan target aset kami bisa meningkat lagi. Tentunya dengan adanay penyaluran KUR dari pemerintah, kami optimis target kami bisa tercapai," kata Ketua Kopdit Obor Mas, Gabriel Tongge.

Tak lupa, Gabriel menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Koperasi dan UKM yang telah memberikan kepercayaan kepada Kopdit Obor Mas sebagai penyalur KUR di tahun 2017. Tahun 2017, Kopdit Obor Mas mendapat alokasi KUR sebesar Rp 100 Miliar.

"Kesadaran masyarakat di sini akan keberadaan KUR saat ini sudah meningkat, namun kemampuan dari anggota untuk memulai usaha relatif berbeda-beda sehingga butuh proses dalam penyaluran ini," ujarnya.

Saat ini, Kopdit Obor Mas tercatat memiliki 9 cabang yang tersebar di beberapa kabupaten, yaitu 5 cabang di Kabupaten Sikka, (Maumere) dan sisanya terdapat di Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Ngada, Kabupaten Nagekeo dan Kabuaten Lembata. (SHS/DS)