Target 25% UMKM Mengakses Pembiayaan Formal

Visi dan Misi

1. Visi

Visi Kementerian Koperasi dan UKM adalah visi bersama seluruh unit di dalam organisasi, yaitu :

Menjadikan Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) Sehat dan Kuat

Dengan penjelasan sebagai berikut :

Sehat : Dalam arti kinerja usaha, prinsip - prinsip koperasi dan kaidah bisnisnya.

Apabila  digambarkan  adalah  suatu kondisi  atau  keadaan  koperasi  yang sehat sesuai aspek penilaian kesehatan yaitu aspek permodalan, kualitas aktiva produktif, manajemen, efisiensi, rentabilitas dan likuiditas, kemandirian  dan  pertumbuhan jati  diri  koperasi,  dan  bagi  koperasi yang berpola syariah harus  mematuhi pelaksanaan prinsip - prinsip syariah (Peraturan Menteri Negara Koperasi dan UKMRI No. 20/Per/M.KUKM/XI/2008 tentang Pedoman Penilaian Kesehatan KSP/USPdan   35.3/Per/M.KUKM/X/2007 tentang Pedoman Penilaian Kesehatan KJKS dan UJKS).

Aspek Kinerja Usaha Yang Semakin Sehat, ditunjukkan dengan membaiknya  struktur permodalan, kondisi kemampuan  penyediaan dana, penambahan asset, peningkatan volume usaha, peningkatan kapasitas produksi, dan peningkatan keuntungan.

Kuat : Dalam  arti partisipasi  anggotanya.

Koperasi  sebagai  badan  usaha  yang dicirikan  oleh  prinsip –prinsip  kohesivitas  dan  partisipasi  anggota  yang kuat  dengan  kinerja usaha  yang  semakin  sehat  dan  berorientasi  kepada usaha   anggota   serta memiliki kepedulian   sosial. (Peraturan   Menteri “Menjadikan Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) Sehat dan Kuat” Rencana Strategis Kementerian Koperasi dan UKM Republik ndonesia 2012 - 2014 17 Negara   Koperasi   dan   UKM RI   No. 22/Per/M.KUKM/IV/2007 tentang Pedoman Pemeringkatan Koperasi).

Aspek    Kohesivitas    dan    Partisipasi    Anggota. Ditunjukkan    dengan keterikatan anggota terhadap anggota lain maupun terhadap organisasi, dalam  hal  rasa  tanggung  renteng  atau kemauan  untuk  berbagai  resiko (risk  sharing)  tingkat  pemanfaatan  pelayanan  koperasi, serta  ukuran –ukuran  kuantitatif  lainnya,  seperti  rasio  peningkatan  jumlah  anggota, prosentase   kehadiran   dalam rapat   anggota,   prosentase   pelunasan simpanan wajib, dan prosentase besaran simpanan sukarela.

2. Misi

Dalam upaya mencapai visi tersebut di atas, Kementerian Koperasi dan UKM melaksanakan peran dan fungsi yang tergambar dalam pernyataaan misi sebagai berikut :

Memberdayakan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menegah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan, memperluas kesempatan kerja dan menutunkan jumlah kemiskinan dalam rangka mewujudkan Indonesia yang sejahtera, demokratis dan berkeadilan, melalui :

    1. Perumusan dan penetapan kenijakan di bidang koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan.
    2. Melaksakan koordinasi dan kemitraan dalam rantai nilai proses pembangunan guna memperluas kesempatan kerja dan menurunkan jumlah kemiskinan.
    3. Melaksanakan praktek tatakelola pemerintahan yang baik serta mengembangkan kapasitas kelembagaan dalam rangka mewujudkan Indonesia yang sejahtera, demokratis dan berkeadilan.