Target 25% UMKM Mengakses Pembiayaan Formal

Berita dan Informasi

PHK Marak, UMKM Harus Jadi Andalan Penyerap Tenaga Kerja

18 April 2016 11:28:59
|
Operator

Liputan6.com, Jakarta - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2015 sebesar 4,79 persen. Realisasi ini turun dibanding pencapaian pertumbuhan ekonomi di 2014 yang sebesar 5,02 persen. Konsekuensinya, berdampak kepada angka kemiskinan dan pengangguran.
at
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengatakan, fenomena pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat penutupan perusahaan atau pabrik bukan berarti tak ada peluang kerja bagi masyarakat yang terkena kebijakan rasionalisasi perusahaan tersebut.

"Karena ada perusahaan lain yang ekspansi atau berinvestasi, sehingga bisa mengambil peran itu (menciptakan lapangan kerja). Jadi masyarakat yang kena PHK bisa beralih ke situ," kata dia di Jakarta, Jumat (5/2/2016).

Salah satunya, menurut Suryamin, pemerintah dapat mendorong pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) agar dapat membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya. Adapun jumlah UMKM di Indonesia mencapai 3,5 juta usaha, sedangkan perusahaan besar hanya 24 ribu usaha.

Upaya mengembangkan UMKM, salah satunya dengan memberikan insentif, Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan memangkas aturan maupun perizinan yang selama ini menghambat kemajuan UMKM di Indonesia.

"Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjanji mau memotong aturan yang menghambat. Jadi diharapkan UMKM bertumbuh agar bisa mengkompensasi PHK dan mengurangi pengangguran maupun kemiskinan," dia menambahkan.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Suhariyanto menuturkan, BPS baru akan merilis angka tenaga kerja pada Februari 2016, sehingga lembaga ini belum dapat memprediksi angka pengangguran di tahun lalu.

"Tapi kalau dilihat tingkat pengangguran terbuka di Februari selalu lebih rendah karena sektor pertanian bertumbuh cukup signifikan dan menyerap tenaga kerja sangat besar karena ada musim panen," tutur Suhariyanto.

Hal lain yang mendorong penyerapan tenaga kerja berasal dari proyek infrastruktur pemerintah, badan usaha milik negara (BUMN) maupun perusahaan swasta. Upaya tersebut menciptakan lapangan kerja langsung dan tidak langsung.

"Jadi kalaupun ada perusahaan yang hengkang atau tutup, lalu ada PHK. Tapi infrastruktur dan ekspansi investasi perusahaan lain akan menciptakan lapangan kerja. Jadi masih bisa diatasi," dia menuturkan. (Yas/Nrm)