Target 25% UMKM Mengakses Pembiayaan Formal

Berita dan Informasi

Akhir September, 9 Juta UMKM Terima Bantuan Rp 22 T

14 September 2020 09:33:02
|
Rifki Danang Setiaji S.Kom

SLEMAN, KRJOGJA.com – Kementrian Koperasi dan UKM menargetkan bisa menjangkau 9 juta UMKM hingga akhir September. Pemerintah memberikan bantuan presiden (banpres) produktif sebagai upaya mendongkrak produktivitas UMKM yang terdampak pandemi Covid.

Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM, Hanung Harimba Rachman mengatakan hingga pekan pertama September banpres telah disalurkan kepada 5,6 juta pelaku usaha mikro yang tersebar di 34 provinsi dengan total bantuan sebesar Rp 13,4 trilyun. Pemerintah kini terus mengupayakan percepatan pemberian bantuan dengan target mencapai 9,16 juta di akhir September mendatang.

“Total anggaran sesuai DIPA Rp 22 trilyun kami harapkan bisa tersalurkan hingga akhir September nanti. Totalnya untuk 9,16 juta UMKM,” ungkap Hanung saat menghadiri Forum Konsultasi Penyaluran Bagi Pelaku Usaha Mikro (BPUM) di Royal Ambarrukmo, Kamis (10/9/2020).

Hanung mengatakan pandemi Covid-19 telah berdampak luas dan dalam kepada warga dunia tidak terkecuali Indonesia. Krisis dari kesehatan merambat ke krisis ekonomi yang dampaknya sangat besar dirasakan penduduk.

Pada triwulan II, Badan Pusat Statistik menyebut statistik secara resmi telah merilis angka pertumbuhan ekonomi nasional terkontraksi hingga -5.32 persen. Kondisi Indonesia ini dianggap masih lebih baik dibanding negara lainnya yang terkontraksi lebih dalam seperti Amerika (-9,5), Singapura (-12,6) dan Uni Eropa (14,4), kecuali Tiongkok yang sudah mulai rebound sebesar 3,2 di Q2-2020.

Pemerintah menurut Hanung memprioritaskan UMKM agar segera pulih dan bangkit. Indonesia, sampai saat ini postur pelaku usaha memang dominasinya adalah sektor UMKM.

“Sebesar 99,99 persen populasi usaha di Indonesia terdiri dari koperasi dan UMKM. Pelaku usaha UMKM menyumbangkan setidaknya 60 persen PDB nasional, menyerap 97 persen tenaga kerja dan berkontribusi atas 14,17 persen ekspor nasional,” imbuhnya.

Pemerintah sebelumnya juga telaj mengalokasikan program restrukturisasi pinjaman dan pembebasan pajak. Namun masih ada pula pelaku Usaha Mikro yang belum mengakses pembiayaan perbankan, bahkan tidak sedikit yang belum punya rekening di Bank.

“Sehingga pada masa seperti ini Presiden Jokowi memberikan perhatiannya pada sektor usaha mikro, sektor usaha yang sangat rentan usahanya berhenti karena terdampak pandemi ini,” pungkas dia.

Sumber : https://www.krjogja.com/ekonomi/keuangan/akhir-september-9-juta-umkm-terima-bantuan-rp-22-t/2/